Pada tahun 1970, PT. Logam sulawesi melakukan ekplorasi di Desa Sasak dan Sangakaropi . dalam eksplorasi awal itu di temukan bahwa di bawa perut bumi Sasak terdapat banyak emas dan tembaga. kemudian di tahun 1972 di lakukan eksplorasi lanjutan di Toraja setidaknya terdapat beberapa titik lokasi di Toraja yang memiliki kandungan mineral, baik mineral logam maupun mineral industrI. selain sasak dan sangkaropi beberapa lokasi lain, seperti Balepe Kecamatan Malimbong Balepe, Uluway Kecamatan Mengkendek, Bua Kecamatan Bonggakaradeng, Riu sebalah utara Sangkaropi, dan beberapa lokasi lainnya yang menyimpan banyak mineral.
Namun kendala yang di hadapi pada saat itu adalah masalah energy listrik, listrik pada saat itu sangat terbatas baru mecapai daerah perkotaan dengan daya sangat minim. akhirnya di temukan potensi sumber daya air sungai sa' dan untuk di jadikan pembangkit listrik tenaga air ( PLTA ) di daerah pa'buaran/ makale selatan ( PLTA MALEA )
Pada tahun 2005 PLTA Malea mulai di bangun dan di targetkan akan beroprasi pada tahun 2020 itu membuka karpet merah terhadap investor untuk masuk di Toraja Melakukan ekspansi tambang.
Dengan ketersedian energy yang cukup besar dari PLTA Malea maka di buka beberapa lahan konsesi tambang di Toraja.
![]() |
| Peta Tambang di Tana Toraja dan Toraja Utara. |
Dengan masuknya tambang di Toraja, maka Toraja akan mengalami transformasi dari daerah budaya dan pariwisata ke daerah industri.
Masuknya tambang di Toraja yang akan mengeser kebudayaan dan adat istiadat Toraja yang selama ini masi di pertahankan oleh masyarakat Toraja secara turun temurun, masyrakat Toraja masi memegang erat adat budaya leluhur yang menjadikan alam dan hutan sebagai rumah dan menjadi salah satu penunjang dalam pelaksanaan ritual adat. dan ketika tambang masuk di Toraja akan merusak alam hutan Toraja itu sangat jelas akan menggeser bahkan menghilangkan dari pada adat dan budaya Toraja.
hadirnya tambang di Toraja akan berdampak sangat buruk terhadap kehidupan masyarakat Toraja. Kelompok rentan yang akan secara langsung mengalami dampak dari tambang adalah petani dimana limbah b3 atau zat beracun hasil buangan Tambang akan mencemari aliran sungai atau sumber air yang dimana air adalah kebutuhan paling mendasar yang digunakan oleh petani untuk mengelolah persawahannya secara otomatis produktivitas hasil petani akan menurun akibat rusaknya persawahan karean dialiri oleh air yang tercemar.
Selanjutnya adalah perempuan dimana perempuan dalam masyarakat Toraja adalah yang paling banyak bersentuhan dengan air untuk memenuhi kebutuhan hidup serta dan keluarga. Perusakan lahan dalam skala luas serta perbungan limbah di lingkungan sekitar dalam skala masif, selain merusak tubuh perempuan juga memiskinkan bahkan mematikan. pada pertambangan moden dari batuan biji logam dasar yang di gali dan di proses akan di buang jadi limbah, yang di kenal sabgai tailing. tailing bisa sangat reaktif dan menimbulkan risiko lingkungan yang serius dari drainase batuan asam dan pelepasan logam beracun, serta reagen beracun yang di pakai saat pengolahan ( mining watch canada, 2009 )
Kemudian anak-anak dalam menjalani atau merebut kemerdekaan masa kecilnya harus terbebas dari berbagai bentuk tekanan dan ancaman baik dari segi kesehatan serta ancaman yang dapat secara langsung mengancam kehidupan mereka (air,hutan,iklim udara yang bersih dan sehat adalah tempat mereka mencari kebebasan untuk pengembangan mereka).
selanjutnya terjadi perubahan tata perekonomian, mulai dari tata produksi, tata konsumsi dan tata distribusi keluarga, di picu oleh kerusakan bentang alam, sehingga sistem pengelolaan bersumber dari alam hilang, di paksa berubah ke pasar. corak produksi setempat berubah, dari non tunai menjadi ekonomi tunai, bergantung pada mekanisme pasar. sementara ekonomi biaya tinggi dan masuknya pendatang, mengubah gaya hidup warga baik secara sosial budaya dan ekonomi. ikatan - ikatan sosial budaya di antara keluarga dan komunitas runtuh, yang terjadi setelah tanah dan kekayaan alam di renggut dari mereka . gaya hidup konsumtif merajalelah dan daya ingat sosial menjadi berkurang. mutu kesehatan pun merosok akibat dari limbah tambang ataupun penyakit bawaan para penambang.
Maka dengan hadirnya industri tambang yang hadir di Tana Toraja dan Toraja Utara yang menurut kajian kami akan berdampak pada hilannya ekosistem dan kebudayaan dan bahkan akan menganggu sampai ke sendi – sendi kehidupan masyarakat yang ada di Toraja.
Satukan prespektif kita bahwa yang bisa meyelematkan Toraja dari kemiskinan adalah Pariwisata,pertanian dan perkebunan. Tambang akan merusak seluruh sektor-sektor tersebut yang sudah menjadi warisan leluhur masyarakat toraja ratusan tahun lalu sebelum bangsa ini merdeka.
(ADAT BUDAYA TIDAK AKAN BISA BERTAHAN KETIKA ALAM DAN HUTANYA RUSAK)
Hidup Rakyat,
Hidup Rakya....
( Parende )
( Parende )

Benar itu
BalasHapus